SBY: Ekonomi Berbasis Maritim Masih Retorika

Agen Judi Bola Terbaik Jakarta – Pembangunan ekonomi berbasis maritim masih bersifat retorika. Padahal, potensi maritim di Indonesia sangat luar biasa. Menurut Presiden Ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pembangunan maritim harus diterjemahkan dalam kebijakan dan tindakan. “Kita merugi kalau hanya menguras sumber daya daratan. Ekonomi berwawasan maritim perlu di Indonesia, saya sering dengar pembangunan harus berbasis maritim, tapi itu sebatas retorika. Tanpa aksi, retorika tak berarti apa-apa,” kata SBY saat orasi ilmiah pada acara Wisuda ke-XV Universitas Al Azhar Indonesia di Jakarta, Sabtu (27/8). Dia menuturkan, ekonomi dunia sedang bergeser dan mencari tatanan baru. “Semakin mengemuka juga green economy, ” tuturnya. “Tahun ini 65 juta konsumen kelas menengah di Indonesia. Jadi kita memiliki prospek yang bagus di masa depan. Bayangkan, jumlah itu berapa kalinya warga Singapura, Malaysia, Australia?.” Dia menyatakan, sasaran utama pembangunan yaitu agar rakyat hidup semakin sejahtera. “Taraf hidup meningkat, penghasilan membaik, mempunyai pekerjaan, pendidikan, kesehatan terjaga, rumah layak. Semua bisa dicapai kalau ekonomi kita tumbuh,” ujarnya. “Tapi ingat, kalau yang dikejar hanya pertumbuhan semata, maka pertumbuhan itu sering disertai dengan kesenjangan. Hanya untuk pertumbuhan itu juga bisa merusak lingkungan. Model pembangunan seperti ini disebut dunia sebagai green economy.” Ketua Umum Partai Demokrat (PD) ini mengatakan, model ekonomi Indonesia tidak boleh terlalu kapitalistik. “Tidak boleh berorientasi pada pasar, tetapi mendayagunakan yang kita miliki dengan baik, seimbang, tetap menjaga keadilan dan kelestarian lingkungan,” katanya. Menurutnya, transportasi laut dan udara perlu dibangun lebih banyak. “Jangan cukup puas dengan hanya membangun transportasi darat,” ujarnya. “Minyak dan gas lepas pantai jangan lupa dijadikan sumber pendapatan negara. Perikanan, jangan salah mengelola itu. Wisata lautan, sangat indah di kawasan Indonesia bagian timur. Penanaman bakau juga jangan diabaikan.” Dia juga mengingatkan pentingnya konektivitas dalam negeri. “Sebelum kita berhubungan dengan komunitas luar negeri, pastikan dulu konektivitas dalam negeri terjamin,” ucapnya Carlos KY Paath/CAH Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu