Lukas Podolski, Legenda Jerman yang Terbuang dari Tanah Kelahiran

com: Seorang bocah laki-laki bernama Lukas Josef Podolski lahir di kota Gliwice, Polandia pada 4 Juni 1985. Laki-laki yang 31 tahun kemudian justru ditahbiskan sebagai legenda timnas sepak bola Jerman. Negara yang notabene pernah menyerang Polandia sehingga menyulut Perang Dunia II pada 1940.Bukan mau Podolski untuk berkhianat kepada tanah kelahiran. Apalagi memutuskan untuk membela Jerman. Bahkan dalam hati kecil, Podolski pernah berikrar untuk membela timnas senior Polandia di tingkat internasional walau sudah bermain untuk tim nasional Jerman U-17.

Sebuah keteguhan hati yang anehnya dibalas secara arogan oleh Polandia. “Kami memiliki striker yang lebih baik dari Podolski,” ujar pelatih timnas Polandia, Pawel Janas pada akhir 2013.”Saya tidak melihat ada keharusan untuk menggunakan pemain hanya karena tampil bagus dalam satu atau dua laga di Bundesliga. Bahkan, Podolski bukan pemain utama di klubnya,” tegas Janas kala itu.Podolski memang belum menjadi pemain inti di FC Koln pada 2003. Sebuah fakta yang harusnya dimaklumi Janas. Sebab, Podolski masih berusia 18 tahun pada saat itu. Namun, intuisi Janas rasanya sudah kadung digelapkan oleh kesombongan sehingga tidak bisa melihat talenta emas dalam diri Podolski.Jerman memanfaatkan situasi ini dengan baik. Saat Podolski berusia 19 tahun dan sudah berhak memilih kewarganegaraan, pelatih Der Panser pada 2004, Rudi Voller tak ragu untuk menyodorkan tawaran emas.”Podolski adalah pemain bagus dan siap menerima tantangan. Ia akan memberikan kontribusi untuk timnas Jerman,” kata Voller usai mendaftarkan Podolski ke skuat Der Panser pada masa itu.Tanggal 6 Juni 2004 mungkin harus dijadikan sebagai hari berkabung buat Polandia. Sebab pada tanggal itu, Polandia secara resmi sudah kehilangan talenta emas Podolski untuk selamanya. Pada tanggal itu, Podolski debut bersama timnas Jerman di bawah asuhan Voller saat melawan Hungaria. Sebuah pencapaian istimewa karena Podolski menjadi pemain pertama dari Bundesliga 2 yang bisa menembus timnas Jerman.Piala Eropa 2004 dan Piala Dunia 2006 menjadi panggung pertama buat Podolski unjuk gigi. Saat Piala Eropa 2004, Podolski menjadi pemain paling muda di dalam skuat. Ia dipercaya tampil untuk menggantikan Torsten Frings ketika Jerman melawan Republik Ceko.Sinar Podolski makin terang di Piala Dunia 2006. Tiga gol berhasil ia cetak di turnamen tersebut. Satu gol dihasilkan saat melawan Ekuador. Lalu dua gol tambahan ia buat saat Jerman menang atas Swedia dengan skor 2-0 di babak 16 besar. Keberhasilan mencetak tiga gol membuat Podolski sejajar dengan torehan Ronaldo, Thiery Henry, Fernando Torres, David Villa, Maxi Rodriguez, Hernan Crespo, dan Zinedine Zidane pada saat itu.Jerman memang tidak menjadi juara di Piala Dunia 2006. Namun sumbangsih selama turnamen sudah cukup membuat Podolski dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2006. Ia mengalahkan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang juga masuk nominasi.(Rapor Podolski bersama timnas Jerman)Dua tahun berselang, Podolski berhasil membuat Polandia sakit hati. Tepatnya pada laga pembuka Grup B Piala Eropa 2008. Kebetulan, Jerman berada satu grup yang sama dengan Polandia. Seolah-olah ingin membuktikan putusan Janas sudah salah, Podolski mencetak dua gol ketika Jerman menang 2-0 atas Polandia.Uniknya, perjalanan Podolski diwarnai catatan emas setelah itu. Secara berturut-turut, Der Panser mampu menjadi semifinalis di Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012. Hingga akhirnya Trofi yang ditunggu-tunggu Jerman dan Podolski didapat pada 2014. Jerman menjadi juara Piala Dunia 2014 setelah mengalahkan timnas Argentina dengan skor 1-0 di partai final.(Lukas Podolski merayakan keberhasilan menjadi juara Piala Dunia 2014)Sudah 13 tahun seragam Die Mannschaft digunakan Podolski. Seperti kata pepatah, ada pertemuan ada pula perpisahan. Hari perpisahan Podolski bersama Jerman tiba pada Kamis 23 Maret 2017. Inggris menjadi lawan terakhirnya di panggung internasional.Terasa bak dongeng karena ia menutupnya dengan cara istimewa. Podolski mencetak satu-satunya gol Jerman melalui sepakan keras menggunakan kaki kiri dari luar kotak penalti.

All-time most appearances for Germany:Lothar Matthus (150)
Miroslav Klose (137)
Lukas Podolski (130)
Bastian Schweinsteiger (122) pic.twitter.com/VIj1vCKn9I
Squawka Football (@Squawka) March 22, 2017
Sebuah gol yang menempatkan Podolski dalam sejarah hebat timnas Jerman. Total, 49 gol ia buat untuk Der Panser. Pencapaiannya hanya kalah dari Miroslav Klose (71 gol) dan Gerd Mueller (68 gol). Podolski juga berada di urutan ketiga dalam urusan jumlah penampilan bersama timnas. Podolski yang tampil 130 kali kalah dari Klose (137 cap) dan Lothar Matthaus (150 cap).Podolski menutup karier hebat bersama timnas Jerman dengan cara elegan. Siapa sangka, semua itu ia dapatkan setelah terbuang dari tanah kelahiran.(HIL)

perfusionjournal.com togel hongkong Sumber: MetroTVNews